Minggu, 05 Juli 2015

30 Kelainan Dan Penyakit Pada Sistem Ekskresi


Kelainan dan Penyakit pada Ginjal


1. Batu Ginjal

Batu ginjal adalah adalah gangguan yang ditandai dengan adanya pengendapan garam kalsium di dalam rongga ginjal sehingga urine tidak dapat keluar dari tubuh. Batu ginjal disebabkan oleh terlalu banyak mengonsumsi garam mineral (terutama kalsium) dan terlalu sedikit minum air. Gangguan ini dapat diatasi dengan cara memecahkan endapan garam kalsium dengan menggunalan sinar laser.

2. Gagal Ginjal

Gagal ginjal adalah kelainan dimana ginjal tidak berfungsi sebagai alat penyaring darah. Kelainan ini sangatlah berbahaya karena bisa menyebabkan kematian. Gagal ginjal dapat ditolong dengan melakukan cuci darah secara teratur dan dapat diatasi dengan melakukan cangkok ginjal.

3. Nefritis

Nefritis adalah penyakit yang ditandai dengan kerusakan bagian glomerulus yang disebabkan oleh adanya bakteri Streptococcus. Nefritis seringkali disebut radang ginjal. Glomerulus adalah bagian penting dalam nefron ginjal karena disanalah tempat penyaringan darah terjadi. Akibatnya, penyerapan air dan zat-zat yang harus dikeluarkan menjadi tidak optimal dan tertimbun di daerah kaki sehingga terjadi pembengkakan. Penyakit ini dapat diatasi dengan melakukan cangkok ginjal dan cuci darah sampai mendapatkan donor ginjal.

4. Anuria

Anuria adalah penyakit kegagalan ginjal dalam menghasilkan urin. Anuria bisa disebabkan oleh kurangnya tekanan di glomerulus, sehingga plasma darah tidak bisa masuk ke dalam glomelurus. Kurangnya tekanan ini bisa disebabkan oleh penyempitan arteriol efferen oleh hormon epinefrin atau oleh pendarahan sehingga darah tidak dialirkan ke ginjal.

5. Glukosuria

Glukosuria adalah penyakit yang ditandai dengan adanya glukosa dalam urine. Penyakit ini sering disebut kencing manis atau diabetes mellitus. Kadar gula darah meningkat karena kekurangan hormon insulin yang mengatur komposisi gula dalam darah. Dalam keadaan normal, hormon insulin akan mengubah gula yang berlebihan menjadi energi. Nefron tidak mampu menyerap kembali kelebihan glukosa, sehingga kelebihan glukosa dibuang bersama urine.

6. Albuminuria

Albuminuria adalah penyakit yang ditandai dengan adanya albumin (protein) di dalam urine. Albuminuria disebabkan oleh kerusakan pada nefron. Cara mencegah penyakit ini adalah dengan mengonsumsi makanan dengan jumlah zat gizi seimbang dan minum air 8 gelas setiap hari.

7. Bilirubinaria

Bilinubinaria adalah konsentrasi bilirubin dalam urin yang di atas normal. Bilirubinaria menunjukkan adanya penguraian hemoglobin dalam darah merah yang berlebihan atau adanya ketidakfungsian hati atau kerusakan empedu.

8. Hematuria

Hematuria adalah penyakit yang ditandai adanya sel darah merah dalam urine. Penyakit tersebut disebabkan adanya peradangan pada organ ginjal atau karena iritasi akibat gesekan batu ginjal.

Kelainan dan Penyakit pada Kulit


9. Skabies

Skabies adalah penyakit yang ditandai dengan gejala gatal terutama pada malam hari. Skabies lebih dikenal sebagai kudis. Skabies muncul di tempat yang lembab atau pada lipatan-lipatan pada tubuh. Skabies dapat menular.

10. Biduran

Biduran adalah penyakit yang ditandai dengan timbulnya bencol-bencol yang tidak beraturan dan terasa gatal. Gangguan ini disebabkan oleh udara dingin dan alergi. Maka dari itu, tindakan pencegahannya adalah dengan menghindari bahan-bahan yang dapat menyebabkan alergi pada kulit. Periksakan diri ke dokter bila biduran pada kulit tidak kunjung hilang dalam waktu beberapa hari.

11. Kurap

Kurap adalah penyakit menular yang ditandai dengan adanya baian kecil yang kasar pada kulit dan dikelilingi lingkaran berwarna merah muda. Penyakit ini disebabkan oleh jamur. Kurap dapat diobati dengan anti jamur yang mengandung mikonazol dan kloritomazol dengan penggunaan yang sesuai dengan aturan pakai. Kurap dapat dicegah dengan menghindari kontak sentuhan dengan penderita, selalu menjaga tangan agar tetap bersih, dan menjaga kebersihan lingkungan.

12. Psoriasis

Psoriasis adalah penyakit yang ditandai dengan kulit kemerahan yang terjadi di kulit kepala, siku, punggung, dan lutut. Penyakit ini belum bisa disembuhkan, namun gejalanya dapat dihilangkan dengan pengobatan teratur. Penyebab pasti dari penyakit ini belum diketahui. Hasil penelitian menduga bahwa penyakit ini disebabkan oleh adanya gangguan pada sistem kekebalan tubuh.

13. Panu

Panu adalah penyakit yang ditandai dengan timbul bercak keputihan disertai rasa gatal saat berkeringat. Panu disebabkan oleh jamur. Panu sering dijumpai pada remaja usia belasan dan orang tua. Panu dapat dicegah dengan menjaga kebersihan badan supaya tidak lembab. Penyakit panu adalah penyakit menular sehingga disarankan untuk tidak menggunakan pakaian atau handuk milik penderita panu.

14. Kanker Kulit

Kanker kulit adalah penyakit yang disebabkan karena kulit terlalu lama terkena sinar matahari. Penyakit ini lebih sering menyerang orang berkulit putih karena sensitif terhadap sinar matahari. Pencegahannya adalah dengan menggunakan tabir surya.

Kelainan dan Penyakit pada Hati


15. Hepatitis

Hepatitis adalah radang hati yang disebabkan oleh virus. Virus tersebut adalah virus hepatitis A dan hepatitis B. Hepatitis yang disebabkan oleh virus hepatitis B lebih berbahaya daripada hepatitis yang disebabkan oleh virus hepatitis A. Hepatitis dapat dicegah dengan vaksinasi. Hepatitis dapat menular melalui darah seperti virus HIV.

16. Penyakit Kuning

Penyakit kuning adalah penyakit yang ditandai dengan warna darah menjadi kekuningan, sklera mata menjadi kekuningan, kuku jari menjadi kekuningan, dan kulit tampak pucat kekuningan. Hal ini disebabkan karena cairan empedu bercampur di dalam darah. Saluran empedu tersumbat dan menyebabkan cairan empedu tidak dapat menuju usus dua belas jari sehingga masuk ke dalam darah. Penyebabnya adalah karena minum-minuman beralkohol atau karena penyakit lain yang menyebabkan saluran empedu tersumbat.

17. Sirosis Hati

Sirosis hati adalah penyakit yang ditandai dengan adanya goresan di dalam hati akibat banyaknya jaringan ikat di hati. Sirosis hati merupakan serangan lanjutan dari virus hepatitis B dan C. Sirosis hati belum dapat disembuhkan.

18. Hemokromatosis

Hemokromatosis adalah kelainan metabolisme yang ditandai dengan adanya pengendapan besi berlebih dalam jaringan. Penyakit ini bersifat genetik atau keturunan.

19. Perlemakan Hati

Perlemakan hati adalah keadaan dimana terdapat lemak di dalam hati yang melebihi 5% dari berat hati. Perlemakan hati seringkali menjadi penyebab kerusakan hati dan sirosis hati. Kelainan ini dapat timbul karena mengonsumsi minuman beralkohol atau karena bukan alkohol.

20. Kolestasis dan Jaundice

Kolestasis adalah keadaan akibat terjadinya kegagalan hati dalam memproduksi dan atau pengeluaran empedu. Kolestasis dapat menyebabkan gagalnya penyerapan lemak dan vitamin A, D, E, dan K oleh usus, juga dapat menyebabkan terjadinya penumpukan asam empedu, bilirubin dan kolesterol di hati.
Adanya kelebihan bilirubin dalam sirkulasi darah dan penumpukan pigmen empedu pada kulit, membran mukosa dan bola mata disebut jaundice. Pada keadaan ini kulit penderita telihat kuning, warna urin menjadi lebih gelap, sedangkan feses lebih terang.

Kelainan dan Penyakit pada Paru Paru


21. Asma

Asma adalah penyakit yang membuat penderitanya susah untuk bernapas karena penyempitan saluran pernapasan pada paru-paru. Asma tidak menular dan bersifat menurun. Asma juga dapat terjadi bila berada di lingkungan yang udaranya tercemar polusi. Gejala asma tidak selalu terjadi dan bisa muncul dan menghilang kapan saja. Bila terjadi asma, sebaiknya segera diberikan tindakan pengobatan.

22. Pneumonia

Pneunomia adalah penyakit yang ditandai dengan alveolus dipenuhi oleh cairan sehingga oksigen susah masuk. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri, virus, atau jamur yang menginfeksi alveolus. Pencegahannya adalah dengan selalu menjaga kesehatan dan kebersihan. Penderita pneumonia bisa disembuhkan dengan meminum antibiotik.

23. TBC

TBC adalah singkatan tuberkulosis. Tuberkulosis adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Tindakan pencegahannya adalah dengan menghindari kontak dengan penderita TBC dan tidak menggunakan peralatan terutama peralatan makan milik penderita TBC. Tuberkulosis dapat disembuhkan dengan meminum obat secara rutin selama 6 sampai 9 bulan. Obat harus diminum sampai habis dan harus tepat waktu supaya bakteri tidak kebal terhadap obat tersebut.

24. Emfisema

Emfisema adalah penyakit yang ditandai dengan hilangnya elastisitas alveolus. Paru-paru penderita emfisema lebih besar dari norma karena karbon dioksida terperangkap di dalam paru-paru. Penyebab penyakit ini adalah karena terlalu banyak menghirup asap rokok.

25. Bronkitis

Bronkitis adalah penyakit yang ditandai dengan peradangan pada bagian bronkus. Penyebabnya adalah karena infeksi, asap rokok, maupun polusi udara. Penyakit ini dapat diobati dengan meminum antibiotik.

26. Asbestosis

Asbestosis adalah penyakit yang ditandai dengan penebalan pleura yang disebabkan karena menghirup serat asbes. Serat asbes yang terhirup dapat mengendap di dalam paru-paru. Dalam keadaan yang parah, asbestosis dapat menyebabkan kanker.

27. Paru-Paru Hitam

Paru-paru hitam seringkali diderita oleh para pekerja tambang batubara. Pencegahannya adalah dengan melakukan pemeriksaan setiap 4 tahun sehingga bisa ditangani sejak dini. Penyakit ini lebih lanjut dapat menyebabkan gagal jantung atau tuberkulosis.

28. Sinusitis

Sinusitis adalah infeksi pada rongga sinus yang letaknya di sekitar hidung. Alergi adalah pemicu timbulnya sinusitis. Cara pencegahannya adalah dengan menghindari benda yang dapat memicu alergi dan menjaga daya tahan tubuh.

29. Pleuritis

Pleuritis adalah peradangan pada pleura. Penyakit ini dapat menyebabkan penderita merasakan sakit ketika bernapas. Pleuritis dapat disebabkan oleh alergi.

30. Kanker Paru-Paru

Kanker paru-paru adalah penyakit yang disebabkan oleh pertumbuhan sel kanker yang tidak normal di dalam paru-paru. Jika dibiarkan, sel kanker dapat menyebar ke organ lain. Kanker paru-paru lebih banyak disebabkan oleh kebiasaan merokok dan sisanya disebabkan oleh terhirup logam berat.

Siklus Dan Pembelahan Sel Tubuh

                     SIKLUS DAN PEMBELAHAN SEL

MEIOSIS


            Meiosis yaitu tipe pembelahan sel yang mengurangi jumlah set kromosom dari dua menjadi satu dalam gamet, mengimbangi penggandaan saat fertilisasi. Pada hewan meiosis hanya terjadi pada ovarium atau testis. Akibatnya, setiap sperma dan sel telur manusia bersifat haploid (n=23). Fertilisasi mengembalikan kondisi diploid dengan cara mengombinasikan dua set haploid kromosom, dan siklus hidup manusia diulangi lagi, generasi demi generasi. Fertilisasi dan meiosis merupakan ciri khas dari reproduksi seksual  pada tumbuhan maupun hewan. Fertilisasi dan meiosis silih berganti dalam siklus hidup seksual, mempertahankan jumlah kromosom yang konstan pada setiap spesies dari satu generasi ke generasi berikutnya. Sel haploid atau diploid dapat membelah melalui mitosis, bergantung pada tipesiklus hidup. Akan tetapi, hanya sel-sel diploid yang dapat mengalami meiosis, karena sel-sel haploid memiliki satu set kromosom yang tidak dapat dikurangi lagi.

Tiga perisiwa yang hanya terjadi pada meiosis selama meiosis l:

1.               Sinapsis dan pindah silang. Selama profase l, homolog tereplikasi berpasangan dan terhubung secara fisik di sepanjang lengan oleh struktur protein serupa ritsleting, kompleks sinaptonemal. Proses ini disebut sinapsis. Penataan ulang genetik antara-antara kromatid nonsaudara, dikenal sebagai pindah silang (crossing over), diselesaikan pada tahap ini. Setelah penguraian kompleks sinaptonemal pada profase akhir, kedua homolog sedikit memisah namun tetap terhubung, setidaknya pada satu daerah yang berbentuk-X yang disebut kiasmata. Kiasmata merupakan perwujudan fisik dari pindah silang. Kiasma tampak seperi palang karena kohesi kromatid saudara masih tetap menyambungkan kedua kromatid saudara awal, bahkan di daerah-daerah yang salah satu kromatidnya kini menjadi bagian dari homolog lain. Sinapsis dan pindah silang normalnya tidak terjadi saat mitosis.
2.               Homolog di lempeng metafase. Pada metafase l meiosis, kromosom berjejer sebagai pasangan homolog di lempeng metafase, bukan sebagai kromosom individual, seperti pada metafase mitosis.
3.               Pemisahan  homolog. Pada anafase l meiosis, kromosom-kromosom tereplikasi pada setiap pasangan homolog bergerak kearah kutub yang berlawanan, namun kromatid-kromatid saudara dari setiap kromosom tereplikasi tetap melekat. Sebaliknya, pada anafase mitosis, kromatid-kromatid saudara memisah.


GAMBARAN UMUM FASE MEIOSIS:



meiosis sel
  

PERBANDINGAN MITOSIS DAN MEIOSIS



Pembanding
Mitosis
Meiosis
Replikasi
Terjadi saat interfase sebelum mitosis dimulai
Terjadi saat interfase sebelum meiosis l dimulai
Jumlah pembelahan
Satu kali mencakup profase,metafase, anafase dan telofase
Dua kali, masing-masing mencakup profase, metafase, anafase dan telofase
Sinapsis dan kromosom homolog
Tidak terjadi
Terjadi saat profase l bersama pindah silang antara kromatid nonsaudara, kiasmata yang dihasilkan menjaga pasangan kromosom tetap bersama akibat kohesi kromatid saudara
Jumlah sel anakan dan komposisi genetik
Dua, masing-masing diploid (2n) dan identik secara genetik dengan sel induk
Empat, masing-masing haploid (n), mengandung separuh jumlah kromosom sel induk, berbeda secara genetik dari sel induk dan dari satu sama lain
Peran dalam tubuh hewan
Memungkinkan dewasa multiselular bertumbuh-kembang dari zigot, menghasilkan sel-sel untuk pertumbuhan, perbaikan dan pada beberapa spesies, reproduksi aseksual
Menghasilkan gamet, mengurangi jumlah kromosom menjadi separuh dan menyebabkan variabilitas genetik di anatara gamet




 PEMBELAHAN MEIOSIS PADA MANUSIA 


 Gametogenesis


      Gametogenesis merupakan proses pembentukan gamet (sel kelamin) yang terjadi melalui pembelahan meiosis. Gametogenesis berlangsung pada sel kelamin dalam alat perkembangbiakan.Gametogenesis meliputi spermatogenesis (pembentukan spermatozoa atau sperma) dan Oogenesis (pembentukan ovum)

                                                                                    

Pembentukan Sperma (Spermatogenesis)


      Hampir semua spesies hewan tingkat tinggi terutama mamalia mempunyai proses spermatogenesis yang hampir sama, dalam pembahasan ini akan di jelaskan mengenai proses spermatogenesis pada nanusia.
                                                                                 












Tempat spermatogenesis 


       Spermatogenesis terjadi di testis. Didalam testis terdapat tublus seminiferus. Dinding tubulus seminiferus terdiri dari jaringan epitel dan jaringan ikat, pada jaringan epithelium terdapat sel – sel spermatogonia dan sel sertoli yang berfungsi member nutrisi pada spermatozoa. Selain itu pada tubulus seminiferus terdapat pula sel leydig yang mengsekresikan hormone testosterone yang berperan pada proses spermatogenesis.












Proses Spermatogenesis


       Pada masa pubertas, spermatogonia

membelah diri secara mitosis sehingga menghasilkan lebih banyak spermatogonia. Pada manusia, spermatogonia mengandung 23 pasang kromosom atau 46 kromosom (diploid)
Beberapa spermatogonia membelah diri kembali, sedangkan lainnya berkembang menjadi spermatosit primer yang juga mengandung kromosom sebanyak 46 kromosom. Sel – sel spermatosit primer tersebut kemudian membelah secara meiosis nebjadi dua spermatosit sekunder yang jumlah kromosomnya menjadi setengahnya (23kromosom haploid). Selanjutnya spermatosit sekunder membelah lagi secara meiosis menjadi empat spermatid. Jadi, spermatid.jadi, spermatosit primer mengalami pembelahan meiosis I yang menghasilkan dua spermatosit sekunder. Selama pembelahan meiosis II, kedua spermatosit sekunder membelah lagi menghasilkan empat spermatid. Selanjutnya spermatid berdiferensi menjadi sel kelamin dewasa(masak) yang disebut spermatozoa atau sperma. Ini juga memiliki23 kromosom (haploid).
       Pada manusia proses spermatogenesis berlangsung setiap hari. Siklus spermatogenesis berlangsung rata – rata 74 hari. Artinya , perkembangan sel spermatogonia menjadi spermatozoa matang memerlukan waktu rata – rata 74 hari. Sementara itu pemasakan spermatosit menjadi sperma memerlukan waktu dua hari.proses pemasakan spermatosit menjadi sperma dinamakan spermatogenesis dan terjadi didalam epidemis.
Pada pria dewasa normal, proses spermatogenesis terus berlangsung sepanjang hidup, walaupun kualitas dan kauntitasnya makin menurun dengan bertambahnya usia.

                                                    















Bagian – Bagian Sperma


       Sperma dewasa terdiri dari tiga bagian yaitu kepala, bagian tengah dan ekor (flagelata. Kepala sperma mengandung nucleus. Bagian ujung kepala ini mengandung akrosom yang menghasilkan enzim yang berfungsi untuk menembus lapisan – lapisan sel telur pada waktu fertilisasi. Bagian tengah sperma mengandung mitokondria yang menghasilkan ATP sebagai sumber energy untuk pergerakan sperma. Ekor sperma berfungsi sebagai alat gerak.                            














Oogenesis


            Pada masa pubertas, oosit primer mengadakan pembelahan meiosis I menghasilkan satu sel oosit sekunder yang besar dan satu sel badan kutub pertama (polar body primer) yang lebih kecil. Perbedaan bentuk ini disebabkan sel oosit sekunder mengandung hampir semua sitoplasma dan kuning telur, sedangkan sel badan kutub pertama hanya terdiri dari nucleus saja. Oosit sekunder ini mempunyai kromosom setengah kromosom oosit primer yaitu 23 kromosom (haploid).
Dalam pembelahan meiosis II, oosit sekunder membelah diri menghasilkan satu sel ootid yang besar dan satu badan kutub kedua (polar body sekunder). Ootid yang besar tersebut mengandung hamper semua kuning telur dan sitoplasma. Pada saat yang sama, badan kutub pertama membelah diri menjadi dua kutub. Selanjutnya ootid tumbuh menjadi sel telur (ovum) yang mempunyai 23 kromosom (haploid). Sedangkan ketiga badan kutub kecil hancur sehingga setiap oosit primer hanya menghasilkan satu sel telur yang fungsional. Sel telur (ovum) yang besar itu mengandung sumber persediaan makanan, ribosom, RNA, dan komponen – komponen sitoplasma lain yang berperan dalam perkembangan embrio. Sel telur yang matang diselubungi oleh membrane corona radiate dan zona pellusida.
Oogenesis hanya berlangsung hingga seseorang usia 40 sampai 50 tahun. Setelah wanita tidak mengalami menstruasi lagi (menopause) sel telur tidak diproduksi lagi.
Oogenesis pada manusia

Ekonomi

                                         Ekonomi

A. Pola kegiatan ekonomi penduduk
Manusia selalu berusaha memenuhi kebutuhannya untuk dapat bertahan dan melanjutkan kehidupannya. Kegiatan yang dilakukan manusia untuk memenuhi kebutuhannya yang beragam disebut kegiatan ekonomi. Kegiatan ekonomi penduduk umumnya mempunyai pola berdasarkan kondisi fisik permukaan bumi. Ini berarti bahwa pola kegiatan ekonomi penduduk banyak ditentukan oleh keberadaan penduduk tersebut bertempat tinggal dibumi ini.
Indonesia disebut negara agraris karena sebagian besar penduduknya hidup dari bercocok taman, dan tanahnya cocok ditanami berbagai tanaman. Tanaman tersebut dapat dijadikan sebagai bahan makanan kebutuhan sehari-hari, makanan ternak, obat, maupun peralatan rumah tangga. Penduduk yang bercocok tanam menempati suatu tempat dipermukaan bumi yang mudah dialiri air sehingga kegiatan pertanian merupakan kegiatan yang cocok dilakukan didaerah tersebut. Jika penduduk mendiami lahan yang datar, namun tanahanya kering maka paling sesuai mata pencahariannya adalah berkebun. Begitu pula penduduk yang mendiami permukaan bumi yang berada disekitar garis pantai, kegiatan nelayanlah yang paling sesuai sebagai mata pencahariannya. Penduduk yang mendiami tempat atau lahan tertentu harus dapat menggunakan dengan sebaik-baiknya agar lahan tersebut dapat menghasilkan dan menyediakan semua kebutuhan hidupnya.


    B. Penggunaan Lahan
Penggunaan lahan oleh manusia dapat diartikan sebagai campur tangan manusia terhadap lahan dalam rangka memenuhi kebutuhan hidupnya, baik berupa kebutuhan material maupun non material (spritual). Lahan yang tersedia dipermukaan bumi selayaknya digunakan dengan arif dan bijaksana agar dapat lestari megeluarkan hasil untuk memenuhi kebutuhan manusia. Lahan dimanfaatkan dengan diolah sehingga menghasilkan dan akhirnya dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan.
Penggunaan lahan dapat dikelompokkan menjadi dua bagian, yaitu penggunaan lahan untuk pertanian dan pengunaan lahan bukan untuk pertanian.


1.     Penggunaan lahan untuk pertanian

a.    Pertanian sederhana
    Pertanian sederhana yang sering disebut pertanian primitif adalah pertanian yang dilakukan dengan enggunakan peralatan sederhana, seperti parang, sabit, cangkul, dan sejenisnya. Pertanian sederhana ini ada yang dilaksanakan secara berpindah – pindah dan ada yang menetap.
1)  Pertanian sederhana berpindah – pindah
  Pertanian yang dilakukan dengan cara membuka hutan milik desa dengan menebang pohon – pohon kemudian membakarnya. Tanah yang telah dibuka diratakan secara sederhana, tidak diolah lagi karena masih terdapat humus di bagian atas tanah sehingga kesuburannya dimanfaatkan untuk penanaman benih. Penanaman benih bisa ditabur begitu saja atau benih dibenamkan dengan menggunakan kayu. Umumnya setelah ditabur atau ditanam biasanya ditinggalkan beberapa waktu dan hanya sesekali di jenguk untuk menunggu panen. Pertanian berpindah – pindah seperti ini sering disebut perladangan liar. Penduduk yang melakukan pertanian seederhana ini kegiatan pokok ekonominya adalah mengahsilkan untuk dikonsumsi sendiri, belum untuk diperjualbelikan. Penduduk tersebut bertindak sebagai produsen sekaligus konsumen.
2)  Pertanian sederhana menetap
     Pertanian yang dilakukan pada satu tempat atau lokasi yang sama (tetap). Lahan yang digarap sudah terbatas pada lokasi tertentu karena sudah sukar memperoleh lahan baru sebagai lahan garapan. Jenis tanaman yang umumnya ditanam pada pertanian menetap adalah tanaman makanan pokok penduduk disekitar lokasi lahan pertanian menetap. Misalnya, padi gogorancah (padi yang ditanam dikebun atau tegalan tanpa air), pisang, ubi kayu, dsb. Para penduduk menggunakan lahannya sebagai sumber kehidupan utama yang hasilnya di konsumsi sendiri, namun sudah mulai ada yang ditukar secara barter atau dijual langsung kepada penduduk lainnya melalui pasar konkret.

b.   Pertanian Maju
    Pertanian yang dilakukan penduduk dengan menggunakan peralatan dan cara yang lebih baik. Peralatan dan cara yang lebih baik dikenal dengan panca usaha tani, yaitu sistem pengairan yang baik, pemilihan benih, penggunaan pupuk, pengolahan tanah, dan pemberantasan hama. Pelaksanaan panca usaha tani pada pertanian akan meningkatkan hasil, namun mengeluarkan biaya untuk memperoleh benih, pupuk, racun hama, air, dan imbalan tenaga kerja. Pertanian maju dapat dilakukan pada tanah yang belum dialiri air secara baik tau tanah tadah hujan, dan tanah yang sudah dialiri air dengan teratur atau pertanian dengan irigasi.
1)  Pertanian tadah hujan atau pertanian lahan kering
   Pertanian yang sangat mengandalkan curah hujan, baik ditadah langsung atau dialiri air hasil air hujan. Pertanian tadah hujan misalnya tegalan dan kebun. Tegalan adalah satu cara bercocok tanam di tanah kering dengan mengharapakan air hujan. Tanaman yang umumnya ditanam adalah tanaman jangka pendek, seperti jagung , ketela, dan kacang. Kebun adalah salah satu cara bercocok tanam yang dilakukan di sekitar tempat tinggal penduduk atau penggarap. Tanaman yang disering ditanam adalah kopi dan cokelat, kadang juga ditanam tanaman dengan tumpang sari , seperti kacang tanah, kacang hijau, dan jagung. Holtikultura adalah salah satu usaha pertanian di lahan kering untuk menanam tanaman yang dibutuhkan sehari-hari, misalnya sayuran, buah-buahan, dan tanaman obat lainnya. Pola kegiatan ekonomi para penduduk yang bermata pencaharian pertanian tadah hujan umumnya sebagai produsen, namun kebanyakan dikonsumsi sendiri walaupun masih ada yang dijual atau ditukar untuk memenuhi kebutuhan lainnya.
2)   Pertanian dengan irigasi atau pertanian lahan basah
     Pertanian yang menggunakan air secara terus-menerus sesuai dengan kebutuhan. Daerah pertanian ini sudah tersedia aliran air yang teratur sehingga mudah mengatur waktu tanam tanpa tergantung pada datangnya hujan. Para petani dapat memanfaatkan air secara baik sesuai persyaratan dan kebutuhan tanaman yang diusahakan tanaman yang uumnya ditanam adalah padi dengan siklus tanaman tiga kali setahun. Pola kegiatan ekonomi para penduduk yang bermata pencaharian pertanian irigasi sudah memiliki kemudahan dibanding denagn pertanian tadah hujan. Para penduduk dengan mata pencaharian bertani umumnya sebagai produsen hasil bumi dengan tujuan dijual walaupun tetap ada yang disimpan untuk dikonsumsi sendiri.

2.   Penggunaan lahan bukan untuk pertanian
     Penggunaan lahan bukan untuk pertanian dilakukan untuk memenuhi kebutuhan manusia sebagai tempat tinggal, tempat melakukan produksi barang dan jasa, tempat rekreasi, dan sebagainya. Penggunaan lahan tersebut seperti, penggunaan untuk perumahan, perindustrian, dan jasa.

a.    Penggunaan lahan untuk perumahan
   Lahan untuk perumahan semakin banyak dibutuhkan seiring bertambahnya  jumlah penduduk. Perumahan dibangun dibeberapa lokasi baik diperkotaan  maupun dipinggir kota bahkan dipedesaan.

b.   Penggunan lahan untuk industri
   Lahan untuk industri sangta banyak dibutuhkan karena semakin meningkatnya jumlah pabrik dan industri lainnya yang dibangun. Pembangunan pabhrik dan industri selain dimaksudkan untuk menghasilkan barang dan jasa yang dibutuhkan manusia, juga dapat membuka lapangan kerja, memberi kesempatan berusaha bagi penduduk, meningkatkan pendapatan, menunjang pembangunan daerah, serta memanfaatkan sumber alam dan sumber daya manusia yang ada. Penggunaan lahan untuk pabrik dan industri biasanya digunakan untuk pembangunan gedung, gudang, pegawai, kantor administrasi dan sebagainya.
   Para pelaku  usaha industri selalu mempertimbangkan lokasi pembangunan pabrik dan industri berdasarkan bahan mentah, pasar, dan tenaga kerja. Industri yang didirikan berdasarkan pertimbangan kemudahan memproleh bahan mentah adalah industri yang mengolah bahan mentah yang cepat rusak (busuk), misalnya mengolah daging, ikan, dan bunga. Industri pengalengan ikan dibangun dekat penghasil ikan dan industri pengalengan daging dibangun dekat produksi daging. Industri yang didirikan berdasarkan pertimbangan pasar adalah industri yang menghasilkan barang yang dekat para konsumen barang yang bersangkutan agra barang yang dihasilkan mudah dipasarkan dan cepat terjual, misalnya industri pengemasan minumna, pabrik roti, pabrik makanan jadi, dan mebel. Industri yang didirikan berdasarkan pertimbangan kemudahan memperoleh banyak tenaga kerja manusia, namun biaya (gaji) tenaga kerja murah, misalnya industri batik, industri bordir, dan industri rokok.

c.    Penggunaan lahan untuk jasa
     Penggunaan lahan untuk jasa juga memerlukan lahan yang banyak. Lahan untuk jasa transportasi, misalnya lalu lintas darat, seperti jalan, terminal, halte, stasiun, jalan kereta api, dan sebagainya. Lahan jasa perdagangan, seperti pertokoan, warung, gudang, pasar, dan sebagainya. Lahan jasa pendidikan, seperti sekolah, kampus, gendung pendidikan kursus, perpustakaan, dan lapangan olah raga. lahan jasa untuk keagamaan, seperti masjid, mushola, gereja, kapel, pura, dan klenteng. Lahan jasa kesehatan, seperti puskesmas, poliklinik, rumah sakit, dan apotik. Lahan jasa untuk tempat rekreasi, seperti, gedung kesenian, gedung bioskop, taman, dan kebun binatang. Lahan jasa pemerintahan dan swasta, seperti gendung pemerintah ( kantor RT, RW, Lurah, Camat, Bupati, Gubernur, sampai menteri dan Presiden), dan gedung swasta. Lahan jasa untuk keamanan, seperti pos ronda, pos dan kantor polisi, markas tentara, dan gedung untuk penyimpanan ala perang dan perbekalan tentara dan polisi.

   C.  Pola Pemukiman Penduduk
  Pemukiman penduduk sering disamakan dengan perumahan penduduk, namun sebenarnya keduanya berbeda. Dalam undang-undang No.  4 tahun 1992 tentang perumahan dan pemukian menyebutkan pengertian pemukiman dan perumahan. Perumahan adalah sekelompok rumah yang berfngsi sebagai lingkungan tempat tinggal atau lingkungan hunian yang dilengkap dengan prasarana dan sarana lingkungan. Sedangkan pemukiman adalah bagian dari lingkungan hidup diluar kawasan lindung, baik dalam linkup ruang pemukiman maupun perkantoran yang berfungsi sebagai lingkungan temat tinggal atau linggkungan hunian dan tempat kegiatan yang mendukung peri kehidupan dan penghidupan.
   Pola pemukiman penduduk secara garis besar dapat berupa pola pemukiman yang memanjang,pola pemukiman terpusat,pola pemukiman linear,dan pola pemukiman mengelilingi fasilitas.

 1. Pola pemukiman yang memanjang
Pemukiman yang memanjang adalah pemukiman penduduk yang berupa deretan rumah memanjang,umumnya mengikuti keadaan alam atau lingkungan fisik disekitarnya yang bentuknya memanjang. Misalnya,pola pemukiman yang memanjang mengikuti garis pantai, pemukiman sejajar jalan, dan pemukiman sejajar sungai.
Daerah pantai yang lahannya landai membentuk pola pemukiman memanjang. Rumah dibangun berderet mengikuti garis pantai. Rumah akan bertambah dengan cara bersambung dari rumah yang lama dengan arah menyusuri pantai. Kegiatan ekonomi penduduk daerah pemukiman garis pantai adalah nelayan, sedikit perkebunan dan perdagangan, dan  bertani sebagai pekerjaan sampingan.
Pola pemukiman sejajar jalan merupakan deretan rumah yang memanjang dan berada dikiri dan dikanan jalan mengikuti arah jalan. Umumnya, lahan pertanian dikerjakan tidak luas dan berada dibelakang rumahnya. Kegiatan ekonomi penduduk daerah pemukiman sejajar jalan adalah pertanian dan perdagangan serta jasa. Pola pemukiman memanjang ditepi sungai merupakan deretan rumah yang memanjang yang mengikuti arah alur sungai. Umumnya lahan pertanian yang dikerjakan tidak luas dan berada dibelakang pemukiman penduduk. Kegiatan ekonomi penduduk daerah pemukiman memanjang ditepi sungai adalah pertanian, perkebunan, peternakan, dan sedikit perdagangan dan jasa
  2. Pola Pemukiman Terpusat
Pola pemukiman terpusat umumnya terjadi pada penduduk yang seketurunan, atau senasib karena bencana alam. Pola pemukiman ini banyak dijumpai di daerah pegunungan yang dahulu hanya ditempati seseorang, kemudian berkembang dengan membangun rumah sesuai kebutuhan yang tersus berkembnag. Kegiatan ekonomi penduduk daerah pemukiman terpusat adalah pertanian ladang, perkebunan, dan peternakan.
  3. Pola pemukiman linear
Pola pemukiman linear pada awalnya berasal dari pola pemukiman sejajar jalan raya kemudian berkembang secara alamiah atau tanpa perencanaan sebelumnya. Lahan yang digunakan untuk embangun rumah pada tahap perkembangan menjadi pola pemukiman linear adalah lahan pertanian diluar lahan pemukiman. Pemukiman yang muncul berderet dibelakang rumah yang lama yang berada sejajar jalan raya kegiatan ekomomi penduduk daerah pemukiman linear adalah pertanian, perkebunan, peternakan, perdagangan, dan jasa.

  4. Pola pemukiman mengelilingi fasilitas
Pola pemukiman penduduk yang mengelilingi fasilitas adalah pola pemukiman yang terbentuk karena adanya fasilitas kehidupan yang menyebabkan berkembangnya perumahan, seperti sumber air, danau, waduk, pasar, pertokoan, sekolah, kampus, gedung olahraga, gedung pemerintahan, dan fasilitas kehidupan lainnya. Arah perkembangan pemukiman adalah mengelilingi fasilitas dan meluas keluar ke segala arah (jurusan). Perkembangan yang lebih baik dan cepat akan terjadi jika satu fasilitas kehidupan dengan fasilitas lainnya dihubungkan dengan jalan raya yang baik, yang pada akhirnya akan mengikuti pola pemukiman sejajar jalan raya. Kegiatan ekonomi penduduk daerah pemukiman mengelilingi fasilitas adalah jasa (pegawai, penjual, pedagang, buruh, dan karyawan) sedikit pertanian, perkebunan, dan peternakan.

CABANG CABANG BIOLOGI

100 Cabang-Cabang Biolog
 

1.       Aerobiologi  ilmu yang mempelajari partikel     organik yang dapat diangkut oleh udara

2.       Agroforestri  ilmu yang mempelajari bentuk pengelolaan sumber daya yangmemadukan kegiatanpengelolaan hutan atau pohon kayu-kayuan dengan penanaman komoditas atau tanaman jangka pendek

3.       Agronomi, ilmu yang mempelajari tentang tanaman budidaya

4.       Algologi, ilmu yang mempelajari tentang alga

5.       Anatomi atau ilmu urai tubuh, ilmu yang mempelajari tentang bagian-bagian tubuh

6.       Anatomi Perbandingan, ilmu mengenai persamaan dan perbedaan anatomi dari makhluk hidup.

7.       Andrologi, ilmu yang mempelajari tentang macam hormon dan kelainan reproduksi pria

8.       Anestesiologi, disiplin ilmu yang mempelajari penggunaan anestesi.

9.       Angiologi, ilmu yang mempelajari penyakit sistem peredaran darah dan sistem limfatik

10.   Antropologi biologi, ilmu yang mempelajari penelitian biologis dan budaya tentang keanekaragaman manusia, evolusi manusia, dan pembandingan anatomi, perilaku, sejarah, dan ekologi primat di masa lampau dan kini

11.   Apiologi, ilmu yang mempelajari tentang lebah termasuk ternak lebah

12.   Arachnologi, ilmu yang mempelajari tentang laba-laba.

13.   Artrologi, ilmu yang mempelajari tentang sendi (penyakit sendi)

14.   Artropodologi, ilmu yang mempelajari tentang hewan artropoda

15.   Astrobiologi, studi yang mempelajari evolusi, distribusi, dan masa depan kehidupan di alam semesta

16.   Bakteriologi, ilmu yang mempelajari tentang bakteri

17.   Batrakologi, ilmu yang mempelajari tentang amphibian

18.   Biofarmaka, ilmu yang mempelajari budidaya tanaman obat

19.   Bioinformatika, ilmu yang mempelajari penerapan teknik komputasional untuk mengelola dan menganalisis informasi biologis

20.   Biologi Air Tawar, ilmu yang mempelajari kehidupan dan ekosistem habitat air tawar

21.   Biologi Evolusioner, ilmu yang mempelajari asal-usul spesies yang memiliki nenek moyang sama, dan penurunan spesies, serta perubahan, pertambahan, dan diversifikasinya sejalan dengan waktu.

22.   Biologi Integratif, ilmu yang mempelajari organisme secara keseluruhan melalui fokus antarmuka antara biologi dan fisika, kimia, teknik, pencitraan, dan informatika

23.   Biologi Kelautan, ilmu yang mempelajari kehidupan di laut (makhluk hidup beserta interaksinya dengan lingkungan)

24.   Biologi Konservasi, studi tentang pelestarian, perlindungan, dan restorasi lingkungan alam, ekosistem alami, vegetasi, dan satwa liar

25.   Biologi Kuantum, ilmu yang mempelajari aplikasi dari mekanika kuantum terhadap objek biologi dan permasalahannya

26.   Biologi Lingkungan, ilmu yang mempelajari lingkungan beserta permasalahan dan solusinya, dengan mengintegrasikan akademik ilmu fisik dan biologi

27.   Biologi Molekuler, kajian biologi pada tingkat molekul

28.   Biologi Pembangunan, ilmu yang mempelajari lingkungan hidup dalam ruangan

29.   Biologi Perkembangan, ilmu yang mempelajari tentang proses pertumbuhan dan perkembangan organism

30.   Biologi Populasi, ilmu yang mempelajari tentang populasi organisme, terutama pengaturan jumlah populasi, ciri-ciri sejarah kehidupan populasi, dan kepunahannya

31.   Biologi Psikologi, ilmu yang mempelajari pengaruh timbal balik antara bidang psikologis dan biologis terhadap satu sama lain

32.   Biologi Reproduksi, cabang biologi yang mendalami tentang perkembangbiakan

33.   Biologi Sintesis, ilmu yang menggabungkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk mempelajari desain dan konstruksi fungsi biologis baru serta sistem yang tidak ditemukan di alam

34.   Biokimia, kajian biologi yang mempelajari kimia makhluk hidup

35.   Biofisika. cabang ilmu biologi yang mengkaji aplikasi aneka perangkat dan hukum fisika untuk menjelaskan aneka fenomena hayati atau biologi

36.   Biogeografi, cabang dari biologi yang mempelajari tentang keaneka ragaman hayati berdasarkan ruang dan waktu

37.   Biomatematika, ilmu yang mempelajari penelitian kuantitatif dari proses biologis, dengan penekanan pada pemodelan

38.   Biomekanika, ilmu yang mempelajari penerapan prinsip mekanik untuk sistem biologis

39.   Bionik, ilmu yang mempelajari penerapan metode biologis dan sistem yang ditemukan di alam untuk penelitian dan desain sistem rekayasa dan teknologi modern

40.   Biostatistika, (gabungan dari kata biologi dengan statistika; kadang-kadang dirujuk sebagai biometri atau biometrika) adalah penerapan ilmu statistika ke dalam ilmu biologi

41.   Bioteknologi, cabang ilmu yang mempelajari pemanfaatan makhluk hidup (bakteri, fungi, virus, dan lain-lain) maupun produk dari makhluk hidup (enzim, alkohol) dalam proses produksi untuk menghasilkan barang dan jasa

42.   Botani, ilmu yang mempelajari tentang tumbuhan

43.   Bryologi, ilmu yang mempelajari tentang bryophyte

44.   Cetologi, ilmu pengetahuan yang mempelajari cetacean

45.   Conchologi, ilmu pengetahuan yang mempelajari kulit moluska

46.   Dendrokronologi, ilmu yang mempelajari analisis cincin lingkaran tahunan pada batang berkambium

47.   Dendrologi, ilmu yang mempelajari tentang pohon maupun tumbuhan berkayu lainnya, seperti liana dan semak

48.   Dermatologi, ilmu yang mempelajari kulit dan penyakitnya

49.   Ekofisiologi, ilmu yang mempelajari adaptasi fisik suatu organisme terhadap kondisi lingkungannya

50.   Ekologi, ilmu yang mempelajari tentang hubungan timbal balik antara makhluk hidup dan lingkungannya

51.   Ekologi molekuler, ilmu yang mempelajari ekologi pada tingkat molekul

52.   Embriologi, ilmu yang mempelajari tentang perkembangan embrio

53.   Endokrinologi, ilmu yang mempelajari tentang hormone

54.   Entomologi, Ilmu yang mempelajari tentang serangga

55.   Epidemiologi, ilmu yang mempelajari tentang penularan penyakit

56.   Epigenetik, ilmu yang mempelajari perubahan dalam ekspresi gen yang disebabkan oleh mekanisme selain perubahan dalam urutan DNA yang mendasarinya

57.   Epizoologi, ilmu mengenai penyakit menular yang menjangkiti hewan, biasanya hewan ternak

58.   Etnobiologi, ilmu yang mempelajari hubungan yang dinamis antara manusia, biota, dan lingkungan dari jaman dahulu hingga sekaranz

59.   Etnobotani, ilmu yang mempelajari hubungan manusia dan tumbuhan

60.   Etnozoologi, ilmu yang mempelajari hubungan manusia dan hewan

61.   Etologi, cabang ilmu zoologi yang mempelajari perilaku atau tingkah laku hewan, mekanisme serta faktor-faktor penyebabnya

62.   Eugenetika, ilmu yang mempelajari tentang pewarisan sifat

63.   Evolusi, ilmu yang mempelajari perubahan makhluk hidup dalam jangka panjang

64.   Enzimologi, ilmu yang mempelajari tentang enzim

65.   Farmakologi, ilmu yang mempelajari obat-obatan, interaksi dan efeknya terhadap tubuh manusia

66.   Fenologi,  ilmu yang mempelajari pengaruh iklim atau lingkungan sekitar terhadap penampilan suatu organisme atau populasi

67.   Fikologi, ilmu yang mempelajari tentang alga.

68.   Filogeni, kajian mengenai hubungan di antara kelompok-kelompok organisme yang dikaitkan dengan proses evolusi yang dianggap mendasarinya

69.   Fisiologi, Ilmu yang mempelajari tentang faal/fungsi kerja tubu

h70.   Fisioterapi, Ilmu yang mempelajari tentang pengobatan terhadappenderita yang mengalami kelumpuhan atau gangguan otot

71.   Fitopatologi, cabang ilmu pengetahuan yang mempelajari penyakit tumbuhan akibat serangan patogen ataupun gangguan ketersediaan hara

72.   Florikultura, ilmu hortikultura yang mempelajari segala hal tentang tanaman hias

73.   Gastrologi, ilmu yang mempelajari tentang salurang pencernaan, terutama lambung dan usus

74.   Genetika, ilmu yang mempelajari tentang pewarisan sifat

75.   Genetika Ekologi, ilmu yang mempelajari genetika dalam ciri-ciri ekologi

76.   Genetika Evolusioner, ilmu yang mempelajari evolusi dari pewarisan sifat mahkluk hidup

77.   Genetika Kuantitatif, Cabang genetika yang membahas pewarisan sifat-sifat terukur (kuantitatif atau metrik)

78.   Geobiologi, ilmu yang menggabungkan geologi dan biologi untuk mempelajari interaksi organisme dengan lingkungan mereka

79.   Geriatri, ilmu yang mempelajari penyakit dari kaum berusia lanjut

80.   Gerontologi, ilmu yang mempelajari melalui berbagai aspek terhadap proses penuaan yaitu melalui pendekatan biologis, psikologis, sosial, ekonomi, kesehatan dan lingkungan

81.   Genetika, ilmu yang membahas transmisi bahan genetik pada ranah populasi

82.   Genetika kuantitatif, cabang genetika yang membahas pewarisan sifat-sifat terukur (kuantitatif atau metrik), yang tidak bisa dijelaskan secara langsung melalui hukum pewarisan Mendel

83.   Genetika molekuler, cabang genetika yang mengkaji bahan genetik dan ekspresi genetik di tingkat subselular (di dalam sel)

84.   Genetika populasi, ilmu yang mempelajari transmisi bahan genetik pada ranah populasi

85.   Ginekologi, ilmu yang khusus mempelajari penyakit-penyakit sistem reproduksi wanita (rahim, vagina dan ovarium)

86.   Genomika, ilmu yang mempelajari tentang bahan genetik dari suatu organisme atau virus

87.   Helminthologi, ilmu yang mempelajari tentang cacing

88.   Hematologi, ilmu yang mempelajari darah, organ pembentuk darah dan penyakitnya

89.   Herbakronologi, ilmu yang mempelajari analisis cincin pertumbuhan tahunan (atau cincin sederhana tahunan) dalam xylem akar sekunder tanaman herbaceous

90.   Herpetologi, ilmu yang mempelajari reptilia dan ampibia (ular dan kadal)

91.   Histologi, ilmu yang mempelajari tentang jaringan

92.   Histopatologi, cabang biologi yang mempelajari kondisi dan fungsi jaringan dalam hubungannya dengan penyakit

93.   Higiene, ilmu yang mempelajari tentang kesehatan makhluk hidup

94.   Hortikultura, ilmu pertanian yang mempelajari budidaya tanaman dari proses menanam sampai pasca panen yang meliputi tanaman sayur, buah-buahan, dan tanaman hias

95.   Hortikultura Lanskap, ilmu hortikultura yang khusus membahas tentang pemanfaatan tanaman hortikultura, terutama tanaman hias dalam penataan lingkunganIkhtiologi, ilmu yang mempelajari tentang ikan

96.   Ilmu gulma, ilmu yang mempelajari gulma, perilakunya, dan pengendaliannya

97.   Ilmu kedaruratan medis, ilmu yang mempelajari pertolongan pertama pada suatu penyakit

98.   Ilmu kedokteran forensik, ilmu yang memanfaatkan ilmu kedokteran untuk kepentingan penegakan hokum

99.   Ilmu kedokteran gigi, ilmu mengenai pencegahan dan perawatan penyakit atau kelainan pada gigi dan mulut melalui tindakan tanpa atau dengan pembedahan

100.Ilmu kedokteran hewan, ilmu yang menerapkan prinsip-prinsip ilmu kedokteran, diagnosis, dan terapi pada hewan